<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="213">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Asuhan Keperawatan Pada Pasien Post Op Fraktur Femur Dalam Hambatan Mobilitas Fisik]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Fransiskus Pianis Wangge</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[DIII Keperawatan]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2018]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[20 cm.]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Hambatan mobilitas fisik akibat fraktur adalah keterbatasan dalam pergerakanrnfisik mandiri dan terarah pada tubuh atau ekstermitas atau lebih yang di sebabkan olehrnfraktur. Gambaran Asuhan Keoerawatan Pada Pasien Post Op Fraktur Femur DalamrnHambatan Mobilitas Fisik di Rungan Mawar RS Plamonia. Metode yang digunakanrnmetode studi kasus deskriptif memberikan gambaran perbedaan dua pasien denganrngangguan mobilisasi. Pengumpulan data melalui wawancara, pengkajian, danrnobservasi. Hasil studi kasu, Asuhan Keoerawatan Pada Pasien Post Op Fraktur FemurrnDalam Hambatan Mobilitas Fisik, dilakukan selama 3 hari pada setiap pasien denganrnhasil pada pasien pertama lebih cepat melakukan mobilisasi daripada pasien ke dua halrnini Karena pasien pertama mampu menahan rasa sakit dari pada pasien ke dua tidakrnmampu menahan rasa sakit dan hal yang dapat memperlambat mobilisasi karena lokasirnfraktur femur yang tidak sama. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwarnmeningkatnya tingkat mobilisasi pada pasien post operasi fraktur femur berbedarndikarenakan lokasi fraktur kedua pasien tidak sama, dan tingkat energi dari masing –rnmasing pasien yang berbeda mempengaruhi tingkat mobilisasi. Diharapkan pasienrndapat menjaga keadaanya dengan baik dengan lebih berhati hati dalam beraktivitasrnserta rajin untuk mengontrol kesehatan dan di harapkan pasien dapat melakukanrntekhnik ROM.</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Fraktur Femur]]></topic></subject>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Mobilitas Fisik]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[617.15]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Repository Perpustakaan Pelamonia Jl. Garuda No. 3 Makassar]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[617.15 FRA a]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[AKP981]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[213]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2020-11-22 14:53:22]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2020-11-22 14:53:22]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>